Teori Sosiologi Sastra

Sebenarnya teori sosiologi sastra inilah yang paling tua usianya dalam sejarah kritik sastra. Menurut Freud, psikoanalisis merupakan sebuah metode yang digunakan dalam perawatan medis bagi orang-orang yang mengidap gangguan syaraf. ; Teoretis, artinya dalam penyusunan abstraksi sosiologi dibuat berdasarkan observasi yang konkret di lapangan. sosiologi sastra alan swingewood sebuah teori Abstract This writing is a reading of the book The Sociology of Literature, written by Alan Swingewood and a brief history of influenced ideas. Didorong oleh adanya kesadaran bahwa karya sastra harus difungsikan sama dengan aspek-aspek kebudayaan yang lain, maka karya sastra harus dipahami sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan. Strukturalisme genetik merupakan teori di bawah payung sosiologi sastra. Menurut Marx dan Engels, dalam masyarakat terdapat dua buah struktur: infrastruktur dan superstruktur. Sedangkan sosiologi sastra berorientasi mimetik, memandang karya sastra sebagai cerminan masyarakat, yang perhatiannya berpusat pada struktur kemasyarakatan dalam karya sastra (Pradopo: 1995, v). bentuk sastra ini paling banyak beredar, lantaran daya komunikasinya yang luas pada masyarakat. Teori ini tidak memperlakukan karya sastra sebagai objek kajiannya karena yang menjadi kajiannya adalah sistem sastra itu sendiri. Istilah sosiologi pertama kalinya juga dikemukakan oleh Comte di tahun 1839. Pemakalahan ini bertujuan untuk: Mendeskripsikan tentang teori sosiologi sastra dan metodenya. Paradigma sosiologi sastra berakar dari latar belakang historis dua gejala, yaitu masyarakat dan sastra: karya sastra ada dalam masyarakat, dengan kata lain, tidak ada karya sastra tanpa masyarakat. Buku "30 Konsep Penting" @2006. Ratna, Kutha Nyoman, Teori, Metode, dan Tekhnik Penelitian Sastra. Kemunculannya disebabkan, adanya ketidakpuasan terhadap pendekatan strukturalisme, yang kajiannya hanya menitikberatkan pada unsur-unsur instrinsik tanpa memperhatikan unsur-unsur ekstrinsik karya sastra, sehingga karya sastra dianggap lepas. bahwa karya sastra adalah dokumen sosiobudaya diformulasikan oleh Swingewood ke dalam suatu kerangka pemikiran yang dapat dipahami secara runut dan terperinci. Aguste Comte mengatakan bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Sosiologi Sastra. Membicarakan sosiologi dan sastra adalah membicarakan sampai di mana hubungan antara sosiologi dan sastra. Pencetus teori sastra yang pertama kali yaitu Georg Lukacs dengan bukunya The Theory of Novel, pertama kali diterbitkan dalam bahasa Jerman pada tahun 1916 yang kemudian melahirkan teori sosiologi sastra. Kajian Teori dan Praktek SOSIOLOGI Lembaga dan Organisasi. Dapatkan di toko buku ya! Pustaka HIRA, Jakarta. Novelis dan kritikus Perancis dikenal karena karyanya tentang sosiologi sastra. Analisis Sosiologi Sastra Dwi Puspaningrum. teori mimetik itu sendiri menggangap bahwa karya sastra merupakan cerminan dari masyarakat. Sosiologi sastra dan teori sastra Wednesday, 23 April 2014. Teori-teori sosiologi sastra mempersoalkan kaitan antara karya sastra dan 'kenyataan'. Konsep Dasar Sosiologi 1. Akhiran tra berarti alat, sarana. Sosiologi pengarang berhubungan dengan profesi pengarang dan institusi sastra. Mata kuliah ini membahas paradigma sosiologi dan tokoh-tokoh yang mengembangkan teori sosiologi modern dengan pokok-pokok pikiran tentang teori fungsionalisme struktural, teori konflik, teori pertukuaran sosial. Teori-teori itu antara lain sosilogi sastra, resepsi sastra, dan psikologi sastra. Sosiologi sastra berasal dari kata sosiologi dan sastra. Klasifikasi pertama adalah sosiologi pengarang yang memasalahkan status sosial, ideologi sosial, dan lain-lain yang menyangkut pengarang pangarang sebagai penghasil sastra. Sosiologi sastra yang dikembangkan di Indonesia jelas memberikan perhatian terhadap sastra untuk masyarakat, sastra bertujuan, sastra terlibat, sastra kontekstual, dan berbagai proposisi yang pada dasarnya mencoba mengembalikan karya ke dalam kompetensi struktur sosial. Berikut inilah beberapa kajian sosiologi mengenai teori-teori yang dikemukakan oleh para ahlinya, baik dalam ahli sosiologi modern, sosiologi kalasik, sosiologi sastra, sosiologi hukum, sosiologi pendidikan. teori strukturalisme, strukturalisme genetik, dan sosiologi sastra Karya sastra mempunyai empat pendekatan (Abrams, 1979: 3-29; 1981: 36-37 dalam wahyuningtiyas, 2011: 1), yaitu pendekatan mimetik, pendekatan pragmatik, pendekatan ekspresif, dan pendekatan objektif. Sedangkan sosiologi sastra berorientasi mimetik, memandang karya sastra sebagai cerminan masyarakat, yang perhatiannya berpusat pada struktur kemasyarakatan dalam karya sastra (Pradopo: 1995, v). Watch Queue Queue. untuk lebih jelasnya kita akan melihat teori semiotik ini meliputi; historitas, pendekatan, teori, prosedur. Teori sastra yang sering digunakan oleh peneliti adalah teori struktural dan semiotik, sementara teori-teori lain seperti feminisme, resepsi, sosiologi sastra, pasca-kolonialisme, pascastrukturalisme, apalagi teori sastra Marxis, sangat jarang diman-faatkan, untuk yang terakhir boleh dika-takan tidak pernah digunakan. LANDASAN TEORI. Teori sosiologi sastra tidak semata-mata digunakan untuk menjelaskan kenyataan sosial yang dipindahkan atau disalin pengarang dalam sebuah karya sastra. Sosiologi sastra merupakan dua istilah yang terbentuk, yakni sosiologi dan sastra. Aspek-aspek konflik sosial inilah yang merupakan objek utama sosiologi sastra. Menurut Freud, psikoanalisis merupakan sebuah metode yang digunakan dalam perawatan medis bagi orang-orang yang mengidap gangguan syaraf. Berikut ini adalah Download Jurnal Gratis yang merupakan kumpulan file dari berbagi sumber tentang jurnal sosiologi sastra yang bisa bapak/ibu gunakan dan diunduh secara gratis dengan menekan tombol download biru dibawah ini. Dalam terminologi sastra teori semiotik sangat penting karena sistem bahasa dalam sastra merupakan sistem bahasa kedua, sisana terdapat penanda dan petanda, sistem bahasa adalah lambang/tanda, sehingga dalam sastra , bahasa yang di konsumsi bukan bahasa biasa terutama bahasa puitika. Kedua, sosiologi karya sastra yang mempermasalahkan unsure-unsur pembentuk suatu karya. Buku ini bukan saja berbicara mengenai teori sosiologi sastra secara general,melainkan juga secara khusus, yakni penerapannya dalam kasus sastra Indonesia. Sesuai dengan tujuan penelitian tersebut, maka teori yang digunakan adalah teori sosiologi sastra Alan Swingewood. Di dalam negeri sendiri yaitu Umar Junus yang mengemukakan, bahwa yang menjadi pembicaraan dalam telaah sosiologi sastra adalah karya sastra. Teori ini tidak memperlakukan karya sastra sebagai objek kajiannya karena yang menjadi kajiannya adalah sistem sastra itu sendiri. Sosiologi sastra memiliki perkembangan yang cukup pesat sejak penelitian-penelitian yang menggunakan teori strukturalisme dianggap mengalami stagnasi. Sosiologi sastra adalah perspektif ilmu sastra interdisipliner, untuk mendalami interaksi sosial. Interaksi sosial dalam sastra penuh simbol. Strukturalisme memandang karya sastra sebagai sesuatu yang mandiri, yang penelitiannya berpusat pada struktur dalam karya sastra. Secara institusional objek sosiologi dan sastra adalah manusia dalam masyarakat, sedangkan objek ilmu-ilmu kealaman adalah gejalagejala alam. Oleh Wika A. TEORI SOSIOLOGI SASTRA MARXIS Karl Marx berpandangan bahwa sastra sebagai bagian dari sebuah institusi sosial yang penting dimana memiliki kesamaan dengan agama, politik, ilmu pengetahuan, dan pendidikan yang menjadi bagian integral kehidupan sosial sehingga sastra berkembang sesuai dengan kondisi-kondisi perkembangan sosial ekonomi masyarakat. Teori sosiologi sastra dipilih berdasarkan pertimbangan bahwa teori ini mengkaji hubungan karya sastra dengan masyarakat yang dikembangkan oleh Ian Watt dengan menitikberatkan sastra sebagai cermin masyarakat. 1 Sosiologi Sastra. Landasan Teori 1. Kebangkitan Nasional, Toko Buku No. Oleh Swingewood, cara seperti ini disebut sociology of literature (sosiologi sastra). Penjelasan daftar teori sosiologi ini meliputi definisi, gagasan inti, dan tokoh utamanya. Komulatif Artinya disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada atau memperbaiki, memperluas, serta memperkuat teori-teori yang lama. Hal-hal yang. Yang di lakukan sosiologi bukan mencari baik buruknya suatu fakta, tetapi menjelaskan fakta-fakta tersebut secara analitis. Hal senada juga diungkapkan oleh Subagio Sastrowardoyo, bahwa untuk bisa menentukan bagaimana sesungguhnya perkembangan kesusastraan Indonesia, dibutuhkan. 2 Teori Pendekatan Sosiologi Sastra Menurut Ratna (2003 : 2) ada sejumlah definisi mengenai sosiologi sastra yang perlu dipertimbangkan dalam rangka menemukan objektivitas hubungan antara karya sastra dengan masyarakat, antara lain: 1. Sosiologi Sastra: Teori dan Kajian terhadap Sastra Indonesia Hakikat Sosiologi Sastra 8 dari lingkungan sosial untuk masuk kepada hubung-an sastra dengan faktor di luar sastra yang terbayang dalam karya sastra. Nonetis Artinya pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik dan buruk. 0271-7655232; HP. Pengertian teori menurut Pradopo, dkk (2001 : 35) ialah "Seperangkat proposisi yang terintegrasi secara sintaksis dan berfungsi sebagai wahana untuk meramalkan, atau menjelaskan suatu fenomena. SASTRA ARAB UIN BANDUNG Resume ini berdasarkan buku Mohammad A Syuropati yang berjudul Teori Sastra Kontemporer & 13 Tokohnya. Antropologi sastra, dibangun atas dasar asumsi-asumsi genesis, dalam kaitannya dengan asal usul sastra. Rangkuman Teori-teori sosiologi sastra mempersoalkan kaitan antara karya sastra dan 'kenyataan'. Teori sastra menjelaskan tentang teori-teori dalam sastra, sejarah sastra bertugas menyusun perkembangan sastra, dan kritik sastra berusaha menyelidiki karya sastra dengan langsung menganalisis dan memberi perimbangan baik-buruknya karya sastra (Pradopo, 1997:9). Di samping itu, juga melahirkan berbagai kerangka teori yang dikembangkan dari hubungan antara sastra dengan berbagai disiplin tersebut, seperti psikoanalisis/psikologi sastra, psikologi pengarang,. Merujuk dari definisi tersebut, keduanya memiliki objek yang. sosiologi sastra alan swingewood sebuah teori Abstract This writing is a reading of the book The Sociology of Literature, written by Alan Swingewood and a brief history of influenced ideas. Psikoanalisis sendiri dapat dijadikan terapi untuk mengobat orang-orang dengan gangguan tersebut. Sosiologi sastra merupakan teori sastra yang menganalisis sebuah karya sastra didasarkan pada segi-segi kemasyarakatan. Sosiologi Sastra. Teori sastra, menurut pemahaman saya adalah konsep, rumusan, kerangka atau prinsip-prinsip yang digunakan untuk menjelaskan atau menganalisa sebuah karya sastra secara ilmiah. bahwa karya sastra adalah dokumen sosiobudaya diformulasikan oleh Swingewood ke dalam suatu kerangka pemikiran yang dapat dipahami secara runut dan terperinci. Penelitian ini menfokuskan pada kedudukan pengarang dalam masyarakat, pembaca, penerbitan dan seterusnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989: 855). Masalah yang berkaitan. (Damono, 1978: 6) Istilah sosiologi sastra pada dasarnya tidak berbeda pengertiannya dengan pendekatan sosiologis atau sosiokultur terhadap sastra. Sedangkan sosiologi sastra berorientasi mimetik, memandang karya sastra sebagai cerminan masyarakat, yang perhatiannya berpusat pada struktur kemasyarakatan dalam karya sastra (Pradopo: 1995, v). Abstraksi disusun secara logis dan menjelaskan hubungan sebab-akibat sehingga menjadi sebuah teori. Terutama, hal ini didorong oleh keinginan untuk memahami karya sastra secara lebih mendalam dan tidak hanya sebatas berhenti pada mengikuti alur cerita dari karya sastra yang bersangkutan. Sosiologi sastra berasal dari kata sosiologi dan sastra. sosiologi pembaca, mempermasalahkan mengenai pembaca dan pengaruh sosialnya terhadap masyarakat. Pengantar B. TEORI SASTRA Kontemporer & 13 Tokohnya. Menurut kaum Strukturalis, tulisan tidak mempunyai asal, tiap ucapan individual didahului oleh bahasa, dan tiap teks terbangun dari yang telah ditulis. Sosiologi Sastra Definisi sosiologi menurut Giddens (1991:145), adalah studi tentang kehidupan. Orientasi sastra keduanya sangat berbeda. Dalam teori. Aspek-aspek konflik sosial inilah yang merupakan objek utama sosiologi sastra. genetisnya. Aguste Comte mengatakan bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Karl Marx lahir di Trier, Prussia, pada 5 Mei 1818 (Beilharz, 2005e). Tidak mungkin kita menyusun teori sastra tanpa kritik sastra dan teorisastra, kritik sastra tanpa teori. Hal senada juga diungkapkan oleh Subagio Sastrowardoyo, bahwa untuk bisa menentukan bagaimana sesungguhnya perkembangan kesusastraan Indonesia, dibutuhkan. Disebabkan oleh tindakan manusia yang tidak dapat lepas dari interaksi sosial dan komunikasi serta kepribadian manusia dipengaruhi oleh sistem budaya, maka struktur sosial. Karya sastra juga dianggap sebagai ekspresi pengarang. Dalam pandangan Wollf (dalam Suwardi Endraswara, 2003: 77) sosiologi sastra merupakan disiplin yang tanpa bentuk, tidak terdefinisikan dengan baik, terdiri dari sejumlah studi empiris dan berbagai percobaan pada teori yang agak general, yang masing-masing hanya mempunyai kesamaan dalam hal bahwa semua berurusan dengan hubungan sastra dengan. Sosiologi sendiri secara umumnya adalah disiplin ilmu pengetahuan tentang masyarakat sedangkan sastra berasal dari kata “Sanskerta” yang artinya ialah ilmu pengetahuan yang mengandung intruksi dan pendoman dari tindakan yang dihasilkan oleh manusia. untuk lebih jelasnya kita akan melihat teori semiotik ini meliputi; historitas, pendekatan, teori, prosedur. Sebenarnya teori sosiologi sastra inilah yang paling tua usianya dalam sejarah kritik sastra. Novelis dan kritikus Perancis dikenal karena karyanya tentang sosiologi sastra. Pada umumnya penekanan perhatian teori sastra pada studi teks dapat digolongkan ke dalam konsep strukturalisme, sekalipun konsep ini sangat beragam jangkauan, kedalaman, dan model analisisnya. sosio (Yunani) (socius. Diharapkan tulisan kecil ini dapat menjelaskan teori dinamis sosiologi sastra ini dengan cukup jelas. Sosiologi sastra berasal dari kata sosiologi dan sastra. Sosiologi berasal dari kata sos (Yunani) yang berarti bersama, bersatu, kawan, teman, dan logi (logos) berarti sabda, perkataan, perumpamaan. Namun dalam kesusastraan, teori marxis tak begitu menampakkan adanya relasi signifikan, seperti hubungan kesusastraan dengan masyarakat, perkembangan sejarah,dan kondisi-kondisi meterialis yang dianggap dasar sastra. Latar Belakang Sastra lahir, tumbuh dan hidup dalam masyarakat. Jurnal Doc : pdf sejarah perkembangan sosiologi sastra. Sastra Daerah: Ss 22: Novel Kembang Kanthil Karya Senggono (Suatu Tinjuan Struktural Genetik) Sastra Daerah: Ss 23: Aspek Sosio Budaya Yang Tercermin Dalam 14 Cerpen Karya Djajus Pete (Suatu Tinjauan Sosiologi Sastra) Sastra Daerah: Ss 24. Menurut Ratna (2011: 68) antropologi sastra berfungsi untuk; 1) melengkapi analisis ekstrinsik di samping sosiologi sastra dan psikologi sastra, 2) mengantisipasi dan mewadahi kecenderungan-kecenderungan baru hasil karya sastra yang di dalamnya banyak dikemukakan masalah-masalah kearifan local, 3) diperlukan dalam kaitannya dengan keberadaan. Menurut Faruk (2010), hal tersebut dikarenakan beberapa faktor; pertama, Marx sendiri pada mulanya adalah seorang sastrawan; kedua, teori Marx. Teori sastra ialah cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang prinsip-prinsip, hukum, kategori, kriteria karya sastra yang membedakannya dengan yang bukan sastra. Aguste Comte mengatakan bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Watch Queue Queue. Disebabkan oleh tindakan manusia yang tidak dapat lepas dari interaksi sosial dan komunikasi serta kepribadian manusia dipengaruhi oleh sistem budaya, maka struktur sosial. Ini sesuai dengan model hari ini untuk menganggap sejarah seperti disiplin ilmu kebanyakan, terutama jika menengok kembali Sembilan belas abad yang lalu, sebagai sesuatu yang sudah. Sosiologi sastra marxis merupakan salah satu pendekatan sosiologi sastra yang mendasarkan pada teori marxis (marxisme). Waktu karya Gola Gong dengan tinjauan sosiologi sastra. Makalah sosiologi sastra 1. Kemunculan teori ini disebabkan karena adanya ketidakpuasan terhadap pendekatan strukturalisme, yang kajiannya hanya menitikberatkan pada unsur-unsur instrinsik tanpa. Sosiologi sastra adalah pendekatan yang mempertimbangkan aspek kemasyarakatan dalam sastra. Buku "30 Konsep Penting" @2006. Fokus perhatian sosiologi karya sastra adalah pada isi karya sastra, tujuan, serta hal-hal lain yang tersirat dalam karya sastra itu sendiri dan yang berkaitan dengan masalah sosial (Wellek dan Warren, 1994). Novel Cerita Calon Arang karya Pram, dikaji dengan menggunakan teori secara sosiologi sastra dengan menggunakan pandangan George Simmel dan Ralf Dahrendorf dalam membicarakan interaksi dan konflik sosial. Tanpa bermaksud untuk menomorsatukan buku ini, paling tidak, ini sebuah. Sosiologi pengarang berhubungan dengan profesi pengarang dan institusi sastra. ; Teoretis, artinya dalam penyusunan abstraksi sosiologi dibuat berdasarkan observasi yang konkret di lapangan. Oleh Swingewood, cara seperti ini disebut sociology of literature (sosiologi sastra). Secara etimologis, sosiologi berasal dari kata socius (bahasa Latin: teman) dan logos (bahasa Yunani: kata, perkataan, pembicaraan). Konsep Dasar Sosiologi 1. Menurut Marx dan Engels, dalam masyarakat terdapat dua buah struktur: infrastruktur dan superstruktur. Teori Sastra Struktural ; Teori resepsi pembaca berusaha mengkaji hubungan karya sastra dengan resepsi (penerimaan) pembaca. Teori sosiologi sastra menjelaskan bahwa karya sastra berasal dari kenyataan-kenyataan social yang ada di tengah masyarakat. Yang menjadi objek kajiannya adalah sistem sastra, yaitu seperangkat konvensi yang abstrak dan umum yang mengatur hubungan berbagai unsur dalam teks sastra sehingga unsur-unsur tersebut berkaitan satu sama lain dalam keseluruhan yang utuh. Konteks sosial pengarang B. Socius berarti teman/kawan, sedangkan logos berarti ilmu pengetahuan. bagaimana hubungan novel nagabumi dengan latar sosial pengarangnya? 2. Membicarakan sosiologi dan sastra adalah membicarakan sampai di mana hubungan antara sosiologi dan sastra. Di dalam negeri sendiri yaitu Umar Junus yang mengemukakan, bahwa yang menjadi pembicaraan dalam telaah sosiologi sastra adalah karya sastra. Sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang masyarakat lahir di Eropa karena ilmuwan Eropa pada abad ke-19 mulai menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan sosial. Masalah yang berkaitan. Socius berarti teman/kawan, sedangkan logos berarti ilmu pengetahuan. Sosiologi Sastra Definisi sosiologi menurut Giddens (1991:145), adalah studi tentang kehidupan. Menurut Faruk (2010), hal tersebut dikarenakan beberapa faktor; pertama, Marx sendiri pada mulanya adalah seorang sastrawan; kedua, teori Marx. Sedangkan sosiologi sastra berorientasi mimetik, memandang karya sastra sebagai cerminan masyarakat, yang perhatiannya berpusat pada struktur kemasyarakatan dalam karya sastra (Pradopo: 1995, v). Akhiran tra berarti alat, sarana. untuk lebih jelasnya kita akan melihat teori semiotik ini meliputi; historitas, pendekatan, teori, prosedur. Berikut ini adalah Download Jurnal Gratis yang merupakan kumpulan file dari berbagi sumber tentang jurnal sosiologi sastra yang bisa bapak/ibu gunakan dan diunduh secara gratis dengan menekan tombol download biru dibawah ini. Teori ini kemudian disebut dengan Heliolithic Theory. 1 Sosiologi dan Sastra. Teori Sastra Struktural ; Teori resepsi pembaca berusaha mengkaji hubungan karya sastra dengan resepsi (penerimaan) pembaca. Nursa'adah. Menurut Freud, psikoanalisis merupakan sebuah metode yang digunakan dalam perawatan medis bagi orang-orang yang mengidap gangguan syaraf. Dalam sosiologi sastra terdapat berbagai teori yang dapat digunakan. Melalui cermin yang dikumandangkan Watt dan Abrams, penelitian sosiologi sastra amat. Ada yang berusaha memisahkan sejarah sastra dari teori sastra dan kritik sastra. Kontemporer & 13 Tokohnya. Strukturalisme genetik merupakan teori di bawah payung sosiologi sastra. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai wujud bangunan struktur dan gagasan yang terdapat pada novel Laskar Pelangi melalui teori sosiologi sastra. Sosiologi sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu 'socius' dan 'logos'. Pemakalahan ini bertujuan untuk: Mendeskripsikan tentang teori sosiologi sastra dan metodenya. sosiologi sastra merupakan pengetahuan tentang sifat dan perkembangan masyarakat dari atau mengenai sastra karya para kritikus dan sejarawan yang terutama mengungkapkan pengarang yang dipengaruhi oleh status lapisan masyarakat tempat ia berasal, ideologi politik dan soaialnya, kondisi ekonimi serta khalayak yang ditujunya. Cerita fiksi akan sangat indah bila merupakan hasil representasi dari kehidupan nyata manusia. Sebenarnya teori sosiologi sastra inilah yang paling tua usianya dalam sejarah kritik sastra. Teori harus dikembangkan dan diabstraksikan dari karya itu sendiri. 1 Latar Belakang Masalah sehingga menjadi teori. Sosiologi berasal dari kata sos (Yunani) yang berarti bersama, bersatu, kawan, teman, dan logi (logos) berarti sabda, perkataan, perumpamaan. Meskipun demikian, dari usahanya memecahkan persoalan=persoalan yang ditinggalkan oleh teori-teori sosiologi sastra yang marxis, teori Bakhtin berangsur-angsur bergerak kearah teori post-modernis yang akan dibicarakan dalam fasal berikutnya yaitu fasal D. Sosiologi sastra merupakan suatu jenis pendekatan sosiologis pada studi karya sastra. Sosiologi sastra merupakan suatu jenis pendekatan terhadap sastra yang memiliki paradigma dengan asumsi dan implikasi epistemologis yang berbeda dari yang telah digariskan oleh teori sastra berdasarkan prinsip otonomi sastra. Teori, Pendekatan dan Metode Analisis Sosiologi Sastra. Sastra telah menjadi bagian penting dari suatu sistem produksi sosial suatu. Tanpa bermaksud untuk menomorsatukan buku ini, paling tidak, ini sebuah. Aguste Comte mengatakan bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Sosiologi sastra merupakan pengetahuan tentang sifat dan perkembangan masyarakat dari atau mengenai sastra karya para kritikus dan sejarawan yang terutama mengungkapkan pengarang yang dipengaruhi oleh status lapisan masyarakat tempat ia berasal, ideologi politik dan soaialnya, kondisi ekonimi serta khalayak yang ditujunya. Disebabkan oleh tindakan manusia yang tidak dapat lepas dari interaksi sosial dan komunikasi serta kepribadian manusia dipengaruhi oleh sistem budaya, maka struktur sosial. Pemakalahan ini bertujuan untuk: Mendeskripsikan tentang teori sosiologi sastra dan metodenya. Teori-teori sosiologi yang dapat menopang analisis sosiologis adalah teori-teori yang dapat menjelaskan hakikat fakta-fakta sosial, karya sastra sebagai sistem komunikasi, khususnya dalam kaitannya dengan aspek-aspek ekstrinsik, seperti: kelompok sosial, kelas sosial, stratifikasi sosial, institusi sosial, sistem sosial, interaksi sosial. genetisnya. Strukturalisme menentang teori mimetik, ekspresif, dan menentang teori-teori yang menganggap sastra sebagai penghubung antar pengarang dan pembacanya. KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA IN A BLUEMOON KARYA ILANA TAN ABSTRAK Faktor - faktor di luar teks, gejala kontek sastra, teks itu tidak ditinjau. Masalah teoretis mengenai hubungan sosiologi (masyarakat) dengan sastra telah cukup jelas dipaparkan Rene Wellek dan Austin Warren (Teori Kesusastraan, 1989) Sapardi Djoko Damono (Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar, 1984) atau Andre Hardjana (Kritik Sastra: Sebuah Pengantar, 1981). Oleh Swingewood, cara seperti ini disebut sociology of literature (sosiologi sastra). Oleh karenanya sosiologi berusaha menjawab pertanyaan mengenai masyarakat dimungkinkan, bagaimana carakerjanya dan mengapa masyarakat itu bertahan hidup. Menurut Abrams (dalam Pradopo, 1988) kritik sastra adalah studi yang berhubungan dengan pendefinisian, penggolongan (pengklasifikasian), penguraian (analisis), dan penilaian (evaluasi). Teori sosiologi sastra dipilih sebagai metode analisis karena peneliti ingin memberikan perhatian masalah yang berkaitan dengan konflik-konflik tokoh yang terkandung dalam novel R3W. Ada dua kecenderungan utama dalam telaah sosiologis terhadap sastra. Sastra bandingan, sosiologi sastra, dan psikologi sastra, dilakukan atas dasar antarhubungan yang kedua. Dalam kenyataannya, teori yang sudah dirintis oleh filsafat Plato (Abad 4-3 SM) tentang 'mimesis' itu baru mulai dikembangkan pada abad 17-18 — yakni zaman. Sosiologi sendiri secara umumnya adalah disiplin ilmu pengetahuan tentang masyarakat sedangkan sastra berasal dari kata “Sanskerta” yang artinya ialah ilmu pengetahuan yang mengandung intruksi dan pendoman dari tindakan yang dihasilkan oleh manusia. Sebagai pengantar, buku ini penting dan komprehensif. Tela'ah sosiologis itu mempunyai tiga klasifikasi (Wellek dan Werren dalam Atar Semi: 53) yaitu:. Sosiologi sastra adalah perspektif ilmu sastra interdisipliner, untuk mendalami interaksi sosial. Teori yang paling banyak digunakan saat pendekatan analisis karya sastra adalah Teori Psikoanalisis Sigmund Freud. Jurnal Doc : pdf sejarah perkembangan sosiologi sastra. Masalah teoretis mengenai hubungan sosiologi (masyarakat) dengan sastra telah cukup jelas dipaparkan Rene Wellek dan Austin Warren (Teori Kesusastraan, 1989) Sapardi Djoko Damono (Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar, 1984) atau Andre Hardjana (Kritik Sastra: Sebuah Pengantar, 1981). Teori-teori itu antara lain sosilogi sastra, resepsi sastra, dan psikologi sastra. Bahan bacaan perspektif teoritis dalam sosiologi hukum. Sosiologi Sastra, karena karya sastra anggap sebagai cerminan dari kehidupan sosial masyarakat, maka karya sastra bersifat unuk, karena imajinasi pengarang karya sastra dipadukan dengan kehidupan sosial yang kompleks. Interaksi sosial dalam sastra penuh simbol. bahwa karya sastra adalah dokumen sosiobudaya diformulasikan oleh Swingewood ke dalam suatu kerangka pemikiran yang dapat dipahami secara runut dan terperinci. Pendekatan yang umum dilakukan sosiologi ini mempelajari sastra sebagai dokumen sosial sebagai potret kenyataan sosial. Berbagai kajian lainnya seperti sosiologi sastra, antropologi sastra dan lainnya semua berkembang di era modern. Itulah sebabnya, ketika ada usaha-usaha untuk merumuskan teori sastra sendiri -seperti yang pernah terjadi awal tahun 1980-an— pijakan pertama yang digunakan adalah teori sastra Barat, dan bukan lebih dahulu mencoba menyimak apa yang pernah terjadi sebelumnya. Sedangkan sosiologi sastra berorientasi mimetik, memandang karya sastra sebagai cerminan masyarakat, yang perhatiannya berpusat pada struktur kemasyarakatan dalam karya sastra (Pradopo: 1995, v). sosiologi pembaca, mempermasalahkan mengenai pembaca dan pengaruh sosialnya terhadap masyarakat. Disebabkan oleh tindakan manusia yang tidak dapat lepas dari interaksi sosial dan komunikasi serta kepribadian manusia dipengaruhi oleh sistem budaya, maka struktur sosial. Bahasa dan Sastra Indonesia. Sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang masyarakat lahir di Eropa karena ilmuwan Eropa pada abad ke-19 mulai menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan sosial. RINGKASAN BUKU PENGANTAR SOSIOLOGI SASTRA KARYA DR. menulisnya( penulis. sosio (Yunani) (socius. Sosiologi sastra berasal dari kata sosiologi dan sastra. Pemakalahan ini bertujuan untuk: Mendeskripsikan tentang teori sosiologi sastra dan metodenya. Di samping itu, juga melahirkan berbagai kerangka teori yang dikembangkan dari hubungan antara sastra dengan berbagai disiplin tersebut, seperti psikoanalisis/psikologi sastra, psikologi pengarang,. bagaimana hubungan novel nagabumi dengan latar sosial pengarangnya? 2. Sastra sebagai dunia yang kompleks bisa didekati dari bidang teori manapun karena sastra adalah representasi kehidupan yang diekspresikan dengan bahasa. Pustaka Pelajar:Yogjakarta 2012. Sosiologi sastra merupakan suatu jenis pendekatan sosiologis pada studi karya sastra. Teori sastra menjelaskan tentang teori-teori dalam sastra, sejarah sastra bertugas menyusun perkembangan sastra, dan kritik sastra berusaha menyelidiki karya sastra dengan langsung menganalisis dan memberi perimbangan baik-buruknya karya sastra (Pradopo, 1997:9). Secara institusional objek sosiologi dan sastra adalah manusia dalam masyarakat, sedangkan objek ilmu-ilmu kealaman adalah gejalagejala alam. Kata kunci: Swingewood, karya sastra, sosiologi sastra. Ketiganya berkaitan eratsekali. Artikel pada blog ini akan mengulas tentang apa itu sosiologi sastra dan beberapa pendekatan atau teori sosiologi yang bisa digunakan dalam studi sastra. Salah satunya adalah teori mimetik. 2 Teori Pendekatan Sosiologi Sastra Menurut Ratna (2003 : 2) ada sejumlah definisi mengenai sosiologi sastra yang perlu dipertimbangkan dalam rangka menemukan objektivitas hubungan antara karya sastra dengan masyarakat, antara lain: 1. 2 Teori Sosiologi Sastra Sosiologi sastra yaitu mempermasalahkan suatu karya sastra yang menjadi pokok permasalahan tentang apa yang tersirat dalam karya sastra tersebut dan apatujuan serta amanat yang hendak disampaikan. Teori sastra adalah studi prinsip, kategori, kriteria yang dapat diacudan dijadikan titik tolak dalam telaah di bidang sastra. Teori psikologi yang paling banyak diacu dalam pendekatan psikologi atau yang paling dominan dalam analisis karya sastra adalah teori Psikoanalisis Sigmund Freud (Ratna, 2004:62 dan 344). Pencetus teori sastra yang pertama kali yaitu Georg Lukacs dengan bukunya The Theory of Novel, pertama kali diterbitkan dalam bahasa Jerman pada tahun 1916 yang kemudian melahirkan teori sosiologi sastra. Nonetis Artinya pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik dan buruk. Strukturalisme genetik lahir dari seorang sosiolog Perancis, Lucien Goldmann. Sosiologi sastra yang dikembangkan di Indonesia jelas memberikan perhatian terhadap sastra untuk masyarakat, sastra bertujuan, sastra terlibat, sastra kontekstual, dan berbagai proposisi yang pada dasarnya mencoba mengembalikan karya ke dalam kompetensi struktur sosial. ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA DALAM NOVEL PEREMPUAN JOGJA KARYA ACHMAD MUNIF (KAJIAN SOSIOLOGI) BAB I PENDAHULUAN 1. 2000 dengan judul "Dua Tengkorak Kepala" merupakan salah satu cerpen yang dapat dianalisis dengan menggunakan teori hegemoni. Sedangkan sosiologi sastra berorientasi mimetik, memandang karya sastra sebagai cerminan masyarakat, yang perhatiannya berpusat pada struktur kemasyarakatan dalam karya sastra (Pradopo: 1995, v). Sosilogi sastra merupakan teori sastra yang menganalisis sebuah karya sastra didasarkan pada segi-segi kemasyarakatan. Teori sosiologi sastra dipilih berdasarkan pertimbangan bahwa teori ini mengkaji hubungan karya sastra dengan masyarakat yang dikembangkan oleh Ian Watt dengan menitikberatkan sastra sebagai cermin masyarakat. Oleh karena itu, pemahaman terhadap pengarangnya menjadi kunci utama dalam memahami relasi sosial karya sastra dengan masyarakat, tempat pengarang. Sosiologi sastra berasal dari kata sosiologi dan sastra. Sosiologi berasal dari akar kata sosio (Yunani) ( socius berarti bersama-sama, bersatu, kawan, teman) dan logi ( logos berarti sabda, perkataan, perumpamaan). Teori feminis sebagai alat kaum wanita untuk memperjuangkan hak-haknya, erat berkaitan dengan konflik kelas ras, khususnya konflik gender. PENDAHULUAN. Sebenarnya teori sosiologi sastra inilah yang paling tua usianya dalam sejarah kritik sastra. Menurut Kamus Besar NahasaIndonesia( 1989: 855 ). Dalam kenyataannya, teori yang sudah dirintis oleh filsafat Plato (Abad 4-3 SM) tentang 'mimesis' itu baru mulai dikembangkan pada abad 17-18 — yakni zaman. sosiologi sastra alan swingewood sebuah teori Abstract This writing is a reading of the book The Sociology of Literature, written by Alan Swingewood and a brief history of influenced ideas. Karya sastra juga dianggap sebagai ekspresi pengarang. sosiologi sastra merupakan pengetahuan tentang sifat dan perkembangan masyarakat dari atau mengenai sastra karya para kritikus dan sejarawan yang terutama mengungkapkan pengarang yang dipengaruhi oleh status lapisan masyarakat tempat ia berasal, ideologi politik dan soaialnya, kondisi ekonimi serta khalayak yang ditujunya. Adapun bagian- bagian yang digunakan adalahsebagai berikut : (1) Melihat karya sastra sebagai dokumen budaya, (2)Setiap. Sosiologi sastra marxis merupakan salah satu pendekatan sosiologi sastra yang mendasarkan pada teori marxis (marxisme). Sosiologi berasal dari kata sos (Yunani) yang berarti bersama, bersatu, kawan, teman, dan logi (logos) berarti sabda, perkataan, perumpamaan. Menurut Freud, psikoanalisis merupakan sebuah metode yang digunakan dalam perawatan medis bagi orang-orang yang mengidap gangguan syaraf. Oleh karenanya sosiologi berusaha menjawab pertanyaan mengenai masyarakat dimungkinkan, bagaimana carakerjanya dan mengapa masyarakat itu bertahan hidup. Oleh Watt (via Damono. Sebagai pengantar, buku ini penting dan komprehensif. Sosiologi Suatu Pengantar has 283 ratings and 12 reviews: Published 2013 by. Teori sosiologi sastra dipilih berdasarkan pertimbangan bahwa teori ini mengkaji hubungan karya sastra dengan masyarakat yang dikembangkan oleh Ian Watt dengan menitikberatkan sastra sebagai cermin masyarakat. Gerakan ini dipicu oleh adanya kesadaran bahwa hak-hak kaum perempuan sama dengan kaum laki-laki. Makalah sosiologi sastra 1. 2 Teori Sosiologi Sastra Sosiologi sastra yaitu mempermasalahkan suatu karya sastra yang menjadi pokok permasalahan tentang apa yang tersirat dalam karya sastra tersebut dan apatujuan serta amanat yang hendak disampaikan. Sosiologi sastra marxis merupakan salah satu pendekatan sosiologi sastra yang mendasarkan pada teori marxis (marxisme). Pendekatan yang umum dilakukan sosiologi ini mempelajari sastra sebagai dokumen sosial sebagai potret kenyataan sosial. Pendekatan mitopoik dianggap paling pluralis sebab memasukkan hampir semua unsur kebudayaaan, seperti: sejarah, sosiologi, antropologi, psikologi, agama, filsafat, dan kesenian. Fokus perhatian sosiologi karya sastra adalah pada isi karya sastra, tujuan, serta hal-hal lain yang tersirat dalam karya sastra itu sendiri dan yang berkaitan dengan masalah sosial (Wellek dan Warren, 1994). Sebagai contoh, tidak terlalu mudah mengategorikan Spencer sebagai seorang konservatif. Setiowati Menurut Wellek dan Warren (dalam Faruk, 1999 : 3), pengklasifikasian kajian sosiologi meliputi tiga hal, pertama sosiologi pengarang yang mempermaslahkan atau membahas tentang status sosial, idiologi, sosiologi, dan sebagainya yang menyangkut pengarang sebagai penghasil karya sastra. i KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nyalah penulis dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul Sosiologi Sastra Indonesia dengan Teori C. Dalam pandangan Wollf (dalam Suwardi Endraswara, 2003: 77) sosiologi sastra merupakan disiplin yang tanpa bentuk, tidak terdefinisikan dengan baik, terdiri dari sejumlah studi empiris dan berbagai percobaan pada teori yang agak general, yang masing-masing hanya mempunyai kesamaan dalam hal bahwa semua berurusan dengan hubungan sastra dengan. Karya Sastra dapat dibedakan dalam 2 jenis, yakni: fiksi dan non fiksi. Oleh karena penelitian ini menggunakan teori sosiologi sastra maka data-data yang didapat oleh penulis kemudian diolah dengan menggunakan pendekatan terkait yaitu pendekatan sosiologi. (Wellek dan Warren, 1990:122). Sedangkan sosiologi sastra berorientasi mimetik, memandang karya sastra sebagai cerminan masyarakat, yang perhatiannya berpusat pada struktur kemasyarakatan dalam karya sastra (Pradopo: 1995, v). Nonetis Artinya pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik dan buruk. Teori juga dapat dilepaskan dari. Di kemudian hari kerja, termasuk L'écrit et la komunikasi (1972), meluas menjadi teori sastra komunikasi. Sosiologi berasal dari akar kata sosio (Yunani) ( socius berarti bersama-sama, bersatu, kawan, teman) dan logi ( logos berarti sabda, perkataan, perumpamaan). Berbagai kajian lainnya seperti sosiologi sastra, antropologi sastra dan lainnya semua berkembang di era modern. Nursa'adah. edu is a platform for academics to share research papers. Teori juga dapat dilepaskan dari. Berbicara tentang teori sastra sungguh banyak sekali teori yang berhubungan dengan sastra seperti teori semiotika sastra, strukturalisme sastra, sosiologi sastra dan lain-lain. Sosiologi berasal dari kata. Konsep kunci feminis adalah kesetaraan antara martabat perempuan dan laki-laki. Hal ini dapat dilihat dari hubungan berbagai unsur dalam teks sastra sehingga unsur-unsur tersebut berkaitan satu sama lain dalam keseluruhan yang utuh. Para ilmuwan itu kemudian berupaya membangun suatu teori sosial berdasarkan ciri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap peradaban manusia. Teori sastra ialah cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang prinsip-prinsip, hukum, kategori, kriteria karya sastra yang membedakannya dengan yang bukan sastra. Artikel pada blog ini akan mengulas tentang apa itu sosiologi sastra dan beberapa pendekatan atau teori sosiologi yang bisa digunakan dalam studi sastra. sosiologi sastra merupakan pengetahuan tentang sifat dan perkembangan masyarakat dari atau mengenai sastra karya para kritikus dan sejarawan yang terutama mengungkapkan pengarang yang dipengaruhi oleh status lapisan masyarakat tempat ia berasal, ideologi politik dan. Karena imajinasi pengarang karya sastra dipadukan dengan kehidupan sosiak yang kompleks. Sastra telah menjadi bagian penting dari suatu sistem produksi sosial suatu. The view that literature is a sociocultural document formulated by Swingewood into an understood and detailed framework. Sosiologi sastra memiliki perkembangan yang cukup pesat sejak penelitian-penelitian yang menggunakan teori strukturalisme dianggap mengalami stagnasi. Karl Marx lahir di Trier, Prussia, pada 5 Mei 1818 (Beilharz, 2005e). Kritik dan teori sastra seolah-olah muncul tanpa sejarah. Sosiologi Sastra: Teori dan Kajian terhadap Sastra Indonesia Hakikat Sosiologi Sastra 8 dari lingkungan sosial untuk masuk kepada hubung-an sastra dengan faktor di luar sastra yang terbayang dalam karya sastra. Dalam kenyataannya, teori yang sudah dirintis oleh filsafat Plato (Abad 4-3 SM) tentang 'mimesis' itu baru mulai dikembangkan pada abad 17-18 — yakni zaman positivisme ilmiah — oleh Hippolite Taine dan berkembang pesat pada awal abad ke-19 dengan. Sosiologi sastra merupakan pengetahuan tentang sifat dan perkembangan masyarakat dari atau mengenai sastra karya para kritikus dan sejarawan yang terutama mengungkapkan pengarang yang dipengaruhi oleh status lapisan masyarakat tempat ia berasal, ideologi politik dan soaialnya, kondisi ekonimi serta khalayak yang ditujunya. Sosiologi sastra merupakan ilmu yang dapat digunakan untuk menganalisis karya sastra dengan mempertimbangkan aspek-aspek kemasyarakatannya. Sosiologi Sastra Sosiologi sebagai studi yang ilmiah dan objektif mengenai manusia dalam masyarakat, studi mengenai lembaga-lembaga dan proses-proses sosial. Pustaka Pelajar:2011. Aguste Comte mengatakan bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Sebenarnya teori sosiologi sastra inilah yang paling tua usianya dalam sejarah kritik sastra. Bakhtin dan Tradisi Marxis. Soekanto (1997; 406-435) memaparkan berbagai masalah sosial penting yang dapat dikaji dengan ilmu sosiologi. Pustaka Jaya:Jakarta 1988. Interaksi sosial dalam sastra penuh simbol. Nonetis Artinya pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik dan buruk. Sastra sebagai dunia yang kompleks bisa didekati dari bidang teori manapun karena sastra adalah representasi kehidupan yang diekspresikan dengan bahasa. Karya Sastra dapat dibedakan dalam 2 jenis, yakni: fiksi dan non fiksi. Di dalam negeri sendiri yaitu Umar Junus yang mengemukakan, bahwa yang menjadi pembicaraan dalam telaah sosiologi sastra adalah karya sastra. (Wellek dan Warren, 1990:122). sosiologi sastra alan swingewood sebuah teori Abstract This writing is a reading of the book The Sociology of Literature, written by Alan Swingewood and a brief history of influenced ideas. Sastra dan Teori Sigmund Freud. Teori sosiologi sastra tidak semata-mata digunakan untuk menjelaskan kenyataan sosial yang dipindahkan atau disalin pengarang dalam sebuah karya sastra. Cerita fiksi akan sangat indah bila merupakan hasil representasi dari kehidupan nyata manusia. Teori Sosiologi Menurut Para Ahli. Pustaka Pelajar:2011. Menurut Freud (2002:3), psikoanalisis ialah sebuah metode perawatan medis bagi orang-orang yang menderita gangguan syaraf. Sosiologi Sastra Sosiologi sebagai studi yang ilmiah dan objektif mengenai manusia dalam masyarakat, studi mengenai lembaga-lembaga dan proses-proses sosial. Sosiologi sastra berasal dari kata sosiologi dan sastra. Sosiologi sastra berangkat dengan menyatakan bahwa sastra merupakan produk budaya yang berupa tulisan bermedia. Akhiran tra berarti alat, sarana. Bahan bacaan perspektif teoritis dalam sosiologi hukum. 2 Teori Pendekatan Sosiologi Sastra. Fungsi sosial sastra C. Sedangkan studi terhadapkarya konkret disebut kritik sastra dan sejarah sastra. Teknik yang dipakai dalam mengolah data penelitian ini adalah teknik representasi yang mengacu bahwa sastra adalah sebuah represantasi atau tiruan dari alam. Teori-teori sosiologi di bentuk berdasarkan teori-teori yang telah ada sebelumnya dalam arti memperbaiki, memperluas, dan memperhalus teori-teori lama. Teori Sosiologi sastra Dalam buku Pemandu Di Dunia Sastra karangan Dick Hartoko dan B. Sosiologi sastra adalah pendekatan yang mempertimbangkan aspek kemasyarakatan dalam sastra. Penelitian-penelitian sosiologi sastra meng h asilkan pandangan bahwa karya sastra adalah ekspresi dan bagian dari. Faktor-faktor dari luar karya sastra yaitu sosiologi sastra, psikologi sastra serta antropologi sastra. Komulatif Artinya disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada atau memperbaiki, memperluas, serta memperkuat teori-teori yang lama. untuk lebih jelasnya kita akan melihat teori semiotik ini meliputi; historitas, pendekatan, teori, prosedur. Teori ini tidak memperlakukan karya sastra sebagai objek kajiannya karena yang menjadi kajiannya adalah sistem sastra itu sendiri. Sastra telah menjadi bagian penting dari suatu sistem produksi sosial suatu. Teori ini kemudian disebut dengan Heliolithic Theory. Teori Sosiologi Karl Marx. Auguste Comte (1798-1857) Auguste Comte merupakan ilmuwan asal Perancis yang juga mendapat julukan sebagai Bapak Sosiologi. 1 Sosiologi Sastra. Akan tetapi, ilmu ini baru berkembang mulai pada pertengahan abad ke-20. Bahasa dan Sastra Indonesia. Beberapa tokoh dan teori dalam ilmu sosiologi menurut para ahli, antara lainnya adalah sebagai berikut. Penelitian ini menfokuskan pada kedudukan pengarang dalam masyarakat, pembaca, penerbitan dan seterusnya. Terutama, hal ini didorong oleh keinginan untuk memahami karya sastra secara lebih mendalam dan tidak hanya sebatas berhenti pada mengikuti alur cerita dari karya sastra yang bersangkutan. Di samping itu, juga melahirkan berbagai kerangka teori yang dikembangkan dari hubungan antara sastra dengan berbagai disiplin tersebut, seperti psikoanalisis/psikologi sastra, psikologi pengarang,. Dalam kenyataannya, teori yang sudah dirintis oleh filsafat Plato (Abad 4-3 SM) tentang 'mimesis' itu baru mulai dikembangkan pada abad 17-18 yakni zaman positivisme. Oleh karena itu, pemahaman terhadap pengarangnya menjadi kunci utama dalam memahami relasi sosial karya sastra dengan masyarakat, tempat pengarang. Sosiologi sastra memiliki perkembangan yang cukup pesat sejak penelitian-penelitian yang menggunakan teori strukturalisme dianggap mengalami stagnasi. Sosiologi sastra merupakan teori sastra yang menganalisis sebuah karya sastra didasarkan pada segi-segi kemasyarakatan. Pendekatan yang umum dilakukan sosiologi ini mempelajari sastra sebagai dokumen sosial sebagai potret kenyataan sosial. 1 Latar Belakang Masalah sehingga menjadi teori. Sastra dan Teori Sigmund Freud Teori yang paling banyak digunakan saat pendekatan analisis karya sastra adalah Teori Psikoanalisis Sigmund Freud. Studi mengenai struktur dan fungsi, khususnya dalam teori-teori sosiologi kontemporer menghantarkan manusia pada pemahaman mendasar terhadap nilai-nilai kehidupan secara keseluruhan. edu is a platform for academics to share research papers. Pemahaman terhadap karya sastra dengan pertimbangan aspek kemasyarakatannya. Salah satunya adalah teori mimetik. Fokus perhatian sosiologi karya sastra adalah pada isi karya sastra, tujuan, serta hal-hal lain yang tersirat dalam karya sastra itu sendiri dan yang berkaitan dengan masalah sosial (Wellek dan Warren, 1994). TEORI SASTRA Kontemporer & 13 Tokohnya. Seni dan sastra mendapat perhatian istimewa dalam teori sosiologi Frankurt, karena inilah satu-satunya wilayah di mana dominasi totaliter dapat ditentang, adorno mengkritik pandangan Lukacs bahwa sastra berbeda dari pemikiran, tidak mempunyai hubungan yang langsung dengan realitas. Beberapa tokoh dan teori dalam ilmu sosiologi menurut para ahli, antara lainnya adalah sebagai berikut. Sosiologi sastra ini berangkat dari teori mimesis Plato, yang menganggap sastra sebagai tiruan dari kenyataan. Teori sastra menjelaskan tentang teori-teori dalam sastra, sejarah sastra bertugas menyusun perkembangan sastra, dan kritik sastra berusaha menyelidiki karya sastra dengan langsung menganalisis dan memberi perimbangan baik-buruknya karya sastra (Pradopo, 1997:9). Jadi menurut referensi buku yang saya baca mengenai sosiologi sastra, yang dimaksud dengan sosiologi sastra adalah ilmu yang mempelajari dan menganalisis masalah sosial maupun masyarakat yang berhubungan dengan sastra itu sendiri, karena pada dasarnya seseorang sastrawan terlahir dari kehidupan masyarakat tersebut. Teori psikologi yang paling banyak diacu dalam pendekatan psikologi atau yang paling dominan dalam analisis karya sastra adalah teori Psikoanalisis Sigmund Freud (Ratna, 2004:62 dan 344). Dalam sastra ada subjek yang membangun relasinya secara personal, sosial, kultural, dan transedental, sehingga sastra pun bisa dikaji secara psikologi, sosiologi, antropologi, dan metafisika. Socius berarti teman/kawan, sedangkan logos berarti ilmu pengetahuan. ilmu sastra. Teori sastra merupakan bidang studi sastra yang berhubungan dengan teori kesusastraan, seperti studi tentang apakah kesusastraan itu, bagaimana unsur-unsur atau lapis-lapis normanya; studi tentang jenis sastra (genre) yaitu apakah jenis sastra dan masalah umum yang berhubungan dengan jenis sastra,kemungkinan dan kriteria untuk membedakan jenis sastra, dan sebagainya (Pradopo, 2002:34). Oleh karenanya sosiologi berusaha menjawab pertanyaan mengenai masyarakat dimungkinkan, bagaimana carakerjanya dan mengapa masyarakat itu bertahan hidup. Dalam memberikan sambutan dan tanggapan tentunya dipengaruhi oleh faktor ruang, waktu, dan golongan sosial[1]. Auguste Comte (1798-1857) Auguste Comte merupakan ilmuwan asal Perancis yang juga mendapat julukan sebagai Bapak Sosiologi. Cerita fiksi akan sangat indah bila merupakan hasil representasi dari kehidupan nyata manusia. Menurut Wellek dan Warren (1956:84) , pengklasifikasian kajian sosiologi meliputi tiga hal, pertama sosiologi pengarang yang mempermaslahkan atau membahas tentang status sosial, idiologi, sosiologi, dan sebagainya yang menyangkut pengarang sebagai penghasil karya sastra. Pustaka Pelajar:2011. Sosiologi dikatakan memiliki fungsi untuk mengkaji hubungan masyarakat dengan lingkungannya, ketika teori-teori sosiologi digunakan sebagai analisis dalam permasalahan penelitian yang dipilih. Kemunculannya disebabkan, adanya ketidakpuasan terhadap pendekatan strukturalisme, yang kajiannya hanya menitikberatkan pada unsur-unsur instrinsik tanpa memperhatikan unsur-unsur ekstrinsik karya sastra, sehingga karya sastra dianggap lepas. Sosiologi pengarang ini adalah memaknai pengarang sebagai bagian dari masyarakat yang telah menciptakan karya sastra. Teori Mimesis dan Kreasi: Plato dan Aristoteles C. *Mahasiswa BSA UIN Bandung, aktif di Lembaga Pengkajian Ilmu Ke-Islaman (LPIK). 2 Teori Pendekatan Sosiologi Sastra. Sosiologi Sastra - graduation cap Dalam bukunya yang berjudul The Sosiology of Literature, Swingewood (via Faruk, 2010) mendefinisikan sosiologi sebagai studi yang ilmiah dan objektif mengenai manusia dalam masyarakat, studi mengenai lembaga-lembaga dan proses-proses sosial. Dalam kamus sosiologi kata pragmatik (prgmatics. Konteks sosial pengarang B. Di dalam negeri sendiri yaitu Umar Junus yang mengemukakan, bahwa yang menjadi pembicaraan dalam telaah sosiologi sastra adalah karya sastra. Teori, Metode, dan Aplikasi Sosiologi Sastra Penulis : Heru Kurniawan Penerbit : Graha ILmu Ukuran : 21x26 Halaman : X+134 Sinopsis : Dapat dikatakan, perkembangan sastra saat ini relatif lebih lambat dibanding dengan produk budaya lainnya. Konsep Dasar Sosiologi 1. Secara institusional objek sosiologi dan sastra adalah manusia dalam masyarakat, sedangkan objek ilmu-ilmu kealaman adalah gejalagejala alam. Pencetus teori sastra yang pertama kali yaitu Georg Lukacs dengan bukunya The Theory of Novel, pertama kali diterbitkan dalam bahasa Jerman pada tahun 1916 yang kemudian melahirkan teori sosiologi sastra. Sosiologi sendiri secara umumnya adalah disiplin ilmu pengetahuan tentang masyarakat sedangkan sastra berasal dari kata “Sanskerta” yang artinya ialah ilmu pengetahuan yang mengandung intruksi dan pendoman dari tindakan yang dihasilkan oleh manusia. edu is a platform for academics to share research papers. Terutama, hal ini didorong oleh keinginan untuk memahami karya sastra secara lebih mendalam dan tidak hanya sebatas berhenti pada mengikuti alur cerita dari karya sastra yang bersangkutan. Ada dua kecenderungan utama dalam telaah sosiologis terhadap sastra. Sebenarnya teori sosiologi sastra inilah yang paling tua usianya dalam sejarah kritik sastra. Sosiologi sendiri secara umumnya adalah disiplin ilmu pengetahuan tentang masyarakat sedangkan sastra berasal dari kata "Sanskerta" yang artinya ialah ilmu pengetahuan yang mengandung intruksi dan pendoman dari tindakan yang dihasilkan oleh manusia. Teori Sosiologi Karl Marx. Dalam kamus sosiologi kata pragmatik (prgmatics. Pendekatan mimetik ini akan kami terapkan pada salah satu karya sastra yakni cerpen yang berjudul "mencintai boneka". Bakhtin dan Tradisi Marxis. 101 Motivasi Islami Bekerja Keras. Oleh Wika A. 2 Teori Sosiologi Sastra Sosiologi sastra yaitu mempermasalahkan suatu karya sastra yang menjadi pokok permasalahan tentang apa yang tersirat dalam karya sastra tersebut dan apatujuan serta amanat yang hendak disampaikan. i KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nyalah penulis dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul Sosiologi Sastra Indonesia dengan Teori C. Berikut ini adalah Download Jurnal Gratis yang merupakan kumpulan file dari berbagi sumber tentang jurnal sosiologi sastra yang bisa bapak/ibu gunakan dan diunduh secara gratis dengan menekan tombol download biru dibawah ini. Sosiologi sastra merupakan teori sastra yang menganalisis sebuah karya sastra didasarkan pada segi-segi kemasyarakatan. Ayahnya adalah seorang pengacara, memberikan kehidupan keluarga kelas menengah yang agak khas. Teori juga dapat dilepaskan dari. Teori-teori itu antara lain sosilogi sastra, resepsi sastra, dan psikologi sastra. 1 Pengertian Sastra Sastra adalalah seni yang berhubungan dengan penciptaan dan ungkapan pribadi (ekspresi) (Sumardjo, 1984: 15). Sosiologi sastra dan teori sastra Wednesday, 23 April 2014. Sebenarnya teori sosiologi sastra inilah yang paling tua usianya dalam sejarah kritik sastra. Sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang masyarakat lahir di Eropa karena ilmuwan Eropa pada abad ke-19 mulai menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan sosial. Penelitian-penelitian sosiologi sastra meng h asilkan pandangan bahwa karya sastra adalah ekspresi dan bagian dari. Teori pengkajian sosiologi sastra yang telah ada, tampaknya belum mampu mewadahi luasnya genre sastra kita. Sosiologi sastra marxis merupakan salah satu pendekatan sosiologi sastra yang mendasarkan pada teori marxis (marxisme). Sosiologi berasal dari kata sos (Yunani) yang berarti bersama, bersatu, kawan, teman, dan logi (logos) berarti sabda, perkataan, perumpamaan. Sosiologi sastra merupakan dua istilah yang terbentuk, yakni sosiologi dan sastra. 2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah, maka pokok permasalahan yang akan dikaji adalah: 1. Dalam masyarakat superstruktur memiliki fungsi esensial untuk melegitimasi kekuatan kelas sosial yang memiliki alat. Bahasa dan Sastra Indonesia. Waktu karya Gola Gong dengan tinjauan sosiologi sastra. bentuk sastra ini paling banyak beredar, lantaran daya komunikasinya yang luas pada masyarakat. Sosiologi Suatu Pengantar has 283 ratings and 12 reviews: Published 2013 by. Di dalam negeri sendiri yaitu Umar Junus yang mengemukakan, bahwa yang menjadi pembicaraan dalam telaah sosiologi sastra adalah karya sastra dilihat sebagai dokumen sosial budaya. Sosiologi sastra merupakan pengetahuan tentang sifat dan perkembangan masyarakat dari atau mengenai sastra karya para kritikus dan sejarawan yang terutama mengungkapkan pengarang yang dipengaruhi oleh status lapisan masyarakat tempat ia berasal, ideologi politik dan soaialnya, kondisi ekonimi serta khalayak yang ditujunya. Teori aneh mereka misalnya tentang sejarah kebudayaan dunia bahwa pada zaman purbakala pernah terjadi suatu peristiwa difusi yang besar yang berpangkal di Mesir, yang bergerak ke arah timur, daerah sekitar Laut Tengah, Afrika, kemudian bergerak ke India, Indonesia, Polinesia, dan ke Amerika. Sosiologi sastra merupakan suatu jenis pendekatan terhadap sastra yang memiliki paradigma dengan asumsi dan implikasi epistemologis yang berbeda dari yang telah digariskan oleh teori sastra berdasarkan prinsip otonomi sastra. Artikel pada blog ini akan mengulas wacana apa itu sosiologi sastra dan beberapa pendekatan atau teori sosiologi yang bisa dipakai dalam studi sastra. Pemakalahan ini bertujuan untuk: Mendeskripsikan tentang teori sosiologi sastra dan metodenya. Strukturalisme genetik merupakan teori di bawah payung sosiologi sastra. Fokus perhatian sosiologi karya sastra adalah pada isi karya sastra, tujuan, serta hal-hal lain yang tersirat dalam karya sastra itu sendiri dan yang berkaitan dengan masalah sosial (Wellek dan Warren, 1994). Sosiologi sastra merupakan ilmu yang dapat digunakan untuk menganalisis karya sastra dengan mempertimbangkan aspek-aspek kemasyarakatannya. Dalam kenyataannya, teori yang sudah dirintis oleh filsafat Plato (Abad 4-3 SM) tentang 'mimesis' itu baru mulai dikembangkan pada abad 17-18 — yakni zaman. Latar Belakang Sastra lahir, tumbuh dan hidup dalam masyarakat. Proses kreasi karya sastra menurut teori. Oleh karena penelitian ini menggunakan teori sosiologi sastra maka data-data yang didapat oleh penulis kemudian diolah dengan menggunakan pendekatan terkait yaitu pendekatan sosiologi. Buku Fungsionalisme dan teori konflik dalam perkembangan sosiologi. Sosiologi dikatakan memiliki fungsi untuk mengkaji hubungan masyarakat dengan lingkungannya, ketika teori-teori sosiologi digunakan sebagai analisis dalam permasalahan penelitian yang dipilih. Sosilogi sastra merupakan teori sastra yang menganalisis sebuah karya sastra didasarkan pada segi-segi kemasyarakatan. Teeuw, A Sastra dan Ilmu Sastra. Sosiologi sastra dan teori sastra Wednesday, 23 April 2014. 2000 dengan judul "Dua Tengkorak Kepala" merupakan salah satu cerpen yang dapat dianalisis dengan menggunakan teori hegemoni. Sosiologi Suatu Pengantar has 283 ratings and 12 reviews: Published 2013 by. Dalam pandangan teori ini, makna sebuah karya sastra tidak dapat dipahami melalui teks sastra itu sendiri, melainkan hanya dapat dipahami dalam konteks pemberian makna yang dilakukan oleh pembaca. Sosiologi sastra berangkat dengan menyatakan bahwa sastra merupakan produk budaya yang berupa tulisan bermedia. Sosiologi sastra dianalisis dalam kaitannya dengan masyarakat yang menghasilkannya sebagai latar belakang sosialnya. teori strukturalisme, strukturalisme genetik, dan sosiologi sastra Karya sastra mempunyai empat pendekatan (Abrams, 1979: 3-29; 1981: 36-37 dalam wahyuningtiyas, 2011: 1), yaitu pendekatan mimetik, pendekatan pragmatik, pendekatan ekspresif, dan pendekatan objektif. Sosiologi berasal dari kata sos (Yunani) yang berarti bersama, bersatu, kawan, teman, dan logi (logos) berarti sabda, perkataan, perumpamaan. Sosiologi Sastra Sosiologi sebagai studi yang ilmiah dan objektif mengenai manusia dalam masyarakat, studi mengenai lembaga-lembaga dan proses-proses sosial. Sosiologi Sastra. Sosiologi sastra adalah pendekatan yang mempertimbangkan aspek kemasyarakatan dalam sastra. LANDASAN TEORI. Sastra feminis berakar dari pemahaman mengenai inferioritas perempuan. Teori Sosiologi Klasik Emile Durkheim Emile Dukheim : Sosiologi sebagai ilmu te n tang Integrasi 1. Watch Queue Queue. Karya sastra juga dianggap sebagai ekspresi pengarang. Setiowati Menurut Wellek dan Warren (dalam Faruk, 1999 : 3), pengklasifikasian kajian sosiologi meliputi tiga hal, pertama sosiologi pengarang yang mempermaslahkan atau membahas tentang status sosial, idiologi, sosiologi, dan sebagainya yang menyangkut pengarang sebagai penghasil karya sastra. Sosiologi sastra adalah perspektif ilmu sastra interdisipliner, untuk mendalami interaksi sosial. Kemunculan teori ini disebabkan karena adanya ketidakpuasan terhadap pendekatan strukturalisme, yang kajiannya hanya menitikberatkan pada unsur-unsur instrinsik tanpa. Sesuai dengan tujuan penelitian tersebut, maka teori yang digunakan adalah teori sosiologi sastra Alan Swingewood. TEORI MIMETIK Secara mimetik dalam proses penciptaaan karya sastra, sastrawan haruslah telah melakukan pengamatan terhadap perilaku-perilaku manusia di dunia nyata dalam kehidupan sehari-hari. Berkaitan dan pembahasan, maka digunakan teori psikologi sastra dan sosiologi sastra. Teori sastra jelas hanya dapat disusun berdasarkan studi langsung terhadap karya sastra. Vredenbreght (1983: 5) menyebutnya sebagai pendekatan holistis. Sosiologi dikatakan memiliki fungsi untuk mengkaji hubungan masyarakat dengan lingkungannya, ketika teori-teori sosiologi digunakan sebagai analisis dalam permasalahan penelitian yang dipilih. (Damono, 1978: 6) Istilah sosiologi sastra pada dasarnya tidak berbeda pengertiannya dengan pendekatan sosiologis atau sosiokultur terhadap sastra. Strukturalisme menentang teori mimetik, ekspresif, dan menentang teori-teori yang menganggap sastra sebagai penghubung antar pengarang dan pembacanya. SASTRA ARAB UIN BANDUNG Resume ini berdasarkan buku Mohammad A Syuropati yang berjudul Teori Sastra Kontemporer & 13 Tokohnya. Melalui cermin yang dikumandangkan Watt dan Abrams, penelitian sosiologi sastra amat. Sebagai pengantar, buku ini penting dan komprehensif. Menurut Freud, psikoanalisis merupakan sebuah metode yang digunakan dalam perawatan medis bagi orang-orang yang mengidap gangguan syaraf. Yang di lakukan sosiologi bukan mencari baik buruknya suatu fakta, tetapi menjelaskan fakta-fakta tersebut secara analitis. Para ilmuwan itu kemudian berupaya membangun suatu teori sosial berdasarkan ciri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap peradaban manusia. Sosiologi berasal dari kata sos (Yunani) yang berarti bersama, bersatu, kawan, teman, dan logi (logos) berarti sabda, perkataan, perumpamaan. Watch Queue Queue. Analisis strukturalisme dianggap mengabaikan relevansi masyarakat yang merupakan asal-usulnya. Strukturalisme memandang karya sastra sebagai sesuatu yang mandiri, yang penelitiannya berpusat pada struktur dalam karya sastra. sosiologi sastra alan swingewood sebuah teori Abstract This writing is a reading of the book The Sociology of Literature, written by Alan Swingewood and a brief history of influenced ideas. Sosiologi sastra ini berangkat dari teori mimesis Plato, yang menganggap sastra sebagai tiruan dari kenyataan. Sosiologi sastra merupakan teori sastra yang menganalisis sebuah karya sastra didasarkan pada segi-segi kemasyarakatan. Pencetus teori sastra yang pertama kali yaitu Georg Lukacs dengan bukunya The Theory of Novel, pertama kali diterbitkan dalam bahasa Jerman pada tahun 1916 yang kemudian melahirkan teori sosiologi sastra. Pemakalahan ini bertujuan untuk: Mendeskripsikan tentang teori sosiologi sastra dan metodenya. Aspek-aspek konflik sosial inilah yang merupakan objek utama sosiologi sastra. (Wellek dan Warren, 1990:122). Pustaka Jaya:Jakarta 1988. Apalagi dalam Edisi Revisi kali ini penulis menambahkan dua bab baru,. Dapatkan di toko buku ya! Pustaka HIRA, Jakarta. Pada hakikatnya, fenomena sosial itu bersifat konkret, terjadi di sekeliling kita sehari-hari, bisa diobservasi, difoto, dan didokumentasikan. Sejarah sastra : cabang ilmu sastra yang menyelidiki sastra sejak terjadi timbulnya sampai perkembangannya yang terakhir. Faktor-faktor dari luar karya sastra yaitu sosiologi sastra, psikologi sastra serta antropologi sastra. Secara umum yang dimaksud dengan teori adalah suatu sistem ilmiah atau pengetahuan sistematik yang menerapkan pola pengaturan hubungan antara gejala-gejala yang diamati. Pencetus teori sastra yang pertama kali yaitu Georg Lukacs dengan bukunya The Theory of Novel, pertama kali diterbitkan dalam bahasa Jerman pada tahun 1916 yang kemudian melahirkan teori sosiologi sastra. Sosiologi pengarang ini adalah memaknai pengarang sebagai bagian dari masyarakat yang telah menciptakan karya sastra. Teori ini kemudian disebut dengan Heliolithic Theory. Auguste Comte (1798-1857) Auguste Comte merupakan ilmuwan asal Perancis yang juga mendapat julukan sebagai Bapak Sosiologi. Teori-teori sosiologi sastra mempersoalkan kaitan antara karya sastra dan 'kenyataan'. Antropologi sastra, dibangun atas dasar asumsi-asumsi genesis, dalam kaitannya dengan asal usul sastra. Oleh karena penelitian ini menggunakan teori sosiologi sastra maka data-data yang didapat oleh penulis kemudian diolah dengan menggunakan pendekatan terkait yaitu pendekatan sosiologi. Hal-hal yang. Faktor-faktor konteks ini dipelajari oleh sosiologi sastra empiris yang tidak dipelajari, yang tidak menggunakan pendekatan ilmu sastra. edu is a platform for academics to share research papers. Karl Marx berpandangan bahwa sastra sebagai bagian dari sebuah institusi sosial yang penting dimana memiliki kesamaan dengan agama, politik, ilmu pengetahuan, dan pendidikan yang menjadi bagian integral kehidupan sosial sehingga sastra berkembang sesuai dengan kondisi-kondisi perkembangan sosial ekonomi masyarakat. Teori struktural sastra tidak memperlakukan sebuah karya sastra tertentu sebagai objeknya kajiannya. Paradigma sosiologi sastra berakar dari latar belakang historis dua gejala, yaitu masyarakat dan sastra: karya sastra ada dalam masyarakat, dengan kata lain, tidak ada karya sastra tanpa masyarakat. Perspektif pertama memandang karya sastra sebagai dokumen sosial yang di dalamnya merupakan refleksi situasi pada saat karya sastra tersebut muncul. Analisis strukturalisme dianggap mengabaikan relevansi masyarakat yang merupakan asal-usulnya. Kedua orang tuanya berasal dari keluarga rabbi, tetapi karena alasan-alasan bisnis, sang ayah telah berpindah agama ke Lutheranisme. Hal ini dapat dilihat dari hubungan berbagai unsur dalam teks sastra sehingga unsur-unsur tersebut berkaitan satu sama lain dalam keseluruhan yang utuh. Dengan demikian dapat dinyatakan bahawa karya sastra pada hakikatnya adalah tanggapan seorang pengarang terhadap sitauasi di. TEORI SASTRA Kontemporer & 13 Tokohnya. Sosiologi berasal dari kata sos (Yunani) yang berarti bersama, bersatu, kawan, teman, dan logi (logos) berarti sabda, perkataan, perumpamaan. Sastra feminis berakar dari pemahaman mengenai inferioritas perempuan. Sosiologi sastra ini untuk menjelaskan kehidupan homoseksual yang dialami Bobi dan Dydy dan sikap orang-orang di sekitar mengenai. Ada dua kecenderungan utama dalam telaah sosiologis terhadap sastra. Sosiologi sastra berangkat dengan menyatakan bahwa sastra merupakan produk budaya yang berupa tulisan bermedia. Faktor-faktor dari luar karya sastra yaitu sosiologi sastra, psikologi sastra serta antropologi sastra. Jurnal Doc : jurnal sosiologi sastra. Dalam kenyataannya, teori yang sudah dirintis oleh filsafat Plato (Abad 4-3 SM) tentang 'mimesis' itu baru mulai dikembangkan pada abad 17-18 — yakni zaman. KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA IN A BLUEMOON KARYA ILANA TAN ABSTRAK Faktor - faktor di luar teks, gejala kontek sastra, teks itu tidak ditinjau. Melalui cermin yang dikumandangkan Watt dan Abrams, penelitian sosiologi sastra amat. Pendekatan terhadap karya sastra dengan melihat nilai-nilai kemasyarakatan disebut sosiologi sastra oleh beberapa penulis, yang pada dasrnya penertiannya tidak jauh berbeda dengan sosiosastra, pendekatan sosiologi ini mencakup berbagai perdekatan masing-masing tergantung teori yang mendasarinya dan sikap tertentu. Konsep Dasar Sosiologi 1. Teori Sosiologi sastra Dalam buku Pemandu Di Dunia Sastra karangan Dick Hartoko dan B. Karya Sastra dapat dibedakan dalam 2 jenis, yakni: fiksi dan non fiksi. artikel berisi makalah kritik sastra dengan judul makalah novel nagabumi 1 karya seno gumira ajidarma ditinjau dari sosiologi sastra. teori sosiologi sastra untuk mengkaji konflik sosial yang ada dalam cerpen "Rusmi". Akhiran tra berarti alat, sarana. 8 Sastra eksis karena ada. Objek kajian sastra meliputi tiga hal, yaitu Sastra tulis, Satra Lisan dan Sastra Pentas. Strukturalisme menentang teori mimetik, ekspresif, dan menentang teori-teori yang menganggap sastra sebagai penghubung antar pengarang dan pembacanya. Novel Ahlāmu An-Nisāˋi Al-Harīmi 'Impian Perempuan-Perempuan Harem' (Kajian Sosiologi) dengan memakai teori Pendekatan Sosiologi Sastra Wellek 2 Universitas Sumatera Utara dan Warren dikarenakan pada pendekatan ini mereka mencoba menyikapi unsur. Nursa'adah. Sosiologi berasal dari kata sos (Yunani) yang berarti bersama, bersatu, kawan, teman, dan logi (logos) berarti sabda, perkataan, perumpamaan. Teori psikologi yang paling banyak diacu dalam pendekatan psikologi atau yang paling dominan dalam analisis karya sastra adalah teori Psikoanalisis Sigmund Freud (Ratna, 2004:62 dan 344). Teori ini kemudian disebut dengan Heliolithic Theory. Teori sastra yang sering digunakan oleh peneliti adalah teori struktural dan semiotik, sementara teori-teori lain seperti feminisme, resepsi, sosiologi sastra, pasca-kolonialisme, pascastrukturalisme, apalagi teori sastra Marxis, sangat jarang diman-faatkan, untuk yang terakhir boleh dika-takan tidak pernah digunakan. Pustaka Pelajar:Yogjakarta 2012. RESEPSI SASTRA Resepsi sastra merupakan aliran sastra yang meneliti teks sastra dengan mempertimbangkan pembaca selaku pemberi sambutan atau tanggapan. Strukturalisme genetik lahir dari seorang sosiolog Perancis, Lucien Goldmann. Didorong oleh adanya kesadaran bahwa karya sastra harus difungsikan sama dengan aspek-aspek kebudayaan yang lain, maka karya sastra harus dipahami sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan. Oleh Wika A. Abstraksi disusun secara logis dan menjelaskan hubungan sebab-akibat sehingga menjadi sebuah teori. LANDASAN TEORI 2. teori strukturalisme, strukturalisme genetik, dan sosiologi sastra Karya sastra mempunyai empat pendekatan (Abrams, 1979: 3-29; 1981: 36-37 dalam wahyuningtiyas, 2011: 1), yaitu pendekatan mimetik, pendekatan pragmatik, pendekatan ekspresif, dan pendekatan objektif. Spenser sering sekali disamakan dengan Comte dalam hal pengaruh mereka terhadap perkembangan teori sosiologi (J. Masing-masing teori sastra pasti mempunyai istilah, hubungan, penerapan, kajian dan pandangan menurut tokoh yang berbeda-beda dalam teori tersebut. artikel berisi makalah kritik sastra dengan judul makalah novel nagabumi 1 karya seno gumira ajidarma ditinjau dari sosiologi sastra. Sosiologi Sastra Kritik sastra memiliki korelasi yang erat dengan perkembangan kesusastraan. Membicarakan sosiologi dan sastra adalah membicarakan sampai di mana hubungan antara sosiologi dan sastra. Faktor-faktor konteks ini dipelajari oleh sosiologi sastra empiris yang tidak dipelajari, yang tidak menggunakan pendekatan ilmu sastra. Pemakalahan ini bertujuan untuk: Mendeskripsikan tentang teori sosiologi sastra dan metodenya. untuk lebih jelasnya kita akan melihat teori semiotik ini meliputi; historitas, pendekatan, teori, prosedur. Sosiologi sastra memiliki perkembangan yang cukup pesat sejak penelitian-penelitian yang menggunakan teori strukturalisme dianggap mengalami stagnasi. Penjelasan daftar teori sosiologi ini meliputi definisi, gagasan inti, dan tokoh utamanya. Interaksi sosial dalam sastra penuh simbol. Disebabkan oleh tindakan manusia yang tidak dapat lepas dari interaksi sosial dan komunikasi serta kepribadian manusia dipengaruhi oleh sistem budaya, maka struktur sosial. Sedangkan sosiologi sastra berorientasi mimetik, memandang karya sastra sebagai cerminan masyarakat, yang perhatiannya berpusat pada struktur kemasyarakatan dalam karya sastra (Pradopo: 1995, v). Strukturalisme genetik merupakan teori di bawah payung sosiologi sastra. Oleh karenanya sosiologi berusaha menjawab pertanyaan mengenai masyarakat dimungkinkan, bagaimana carakerjanya dan mengapa masyarakat itu bertahan hidup. Oleh Wika A. Riwayat Hidup. Dengan ruang yang terbuka ini, idealnya sastra bisa berkembang pesat karena ilmu-ilmu dan teori lain akan mudah masuk dan berinterdisipliner. Pada hakikatnya, fenomena sosial itu bersifat konkret, terjadi di sekeliling kita sehari-hari, bisa diobservasi, difoto, dan didokumentasikan. Escarpit, Robert (1918-2000). Jadi secara harfiah, sosiologi adalah membicarakan, memperbincangkan teman pergaulan. Sosiologi sastra sebagai suatu jenis pendekatan terhadap sastra memiliki paradigma dengan asumsi dan implikasi epistemologis yang berbeda daripada yang telah digariskan oleh teori sastra berdasarkan prinsip otonomi sastra. Secara etimologis, sosiologi berasal dari kata socius (bahasa Latin: teman) dan logos (bahasa Yunani: kata, perkataan, pembicaraan). Oleh Wika A. Manusia hidup di dunia ini memerlukan banyak kebutuhan. Karya sastra juga dianggap sebagai ekspresi pengarang. Teori sastra adalah studi prinsip, kategori, kriteria yang dapat diacudan dijadikan titik tolak dalam telaah di bidang sastra. Penjelasan daftar teori sosiologi ini meliputi definisi, gagasan inti, dan tokoh utamanya. Nah berikut ini beberapa tokoh-tokoh sosiologi dunia dengan teori nya dalam ilmu sosiologi, sebagai berikut: 1. Strukturalisme genetik lahir dari seorang sosiolog Perancis, Lucien Goldmann. Sosiologi sastra memiliki perkembangan yang cukup pesat sejak penelitian-penelitian yang menggunakan teori strukturalisme dianggap mengalami stagnasi. Sesuai dengan tujuan penelitian tersebut, maka teori yang digunakan adalah teori sosiologi sastra Alan Swingewood. Pendekatan mitopoik dianggap paling pluralis sebab memasukkan hampir semua unsur kebudayaaan, seperti: sejarah, sosiologi, antropologi, psikologi, agama, filsafat, dan kesenian. 2 Sosiologi Sastra. sosiologi sastra alan swingewood sebuah teori Abstract This writing is a reading of the book The Sociology of Literature, written by Alan Swingewood and a brief history of influenced ideas. Pendekatan terhadap karya sastra dengan melihat nilai-nilai kemasyarakatan disebut sosiologi sastra oleh beberapa penulis, yang pada dasrnya penertiannya tidak jauh berbeda dengan sosiosastra, pendekatan sosiologi ini mencakup berbagai perdekatan masing-masing tergantung teori yang mendasarinya dan sikap tertentu. Sosiologi Sastra C. Dalam kenyataannya, teori yang sudah dirintis oleh filsafat Plato (Abad 4-3 SM) tentang 'mimesis' itu baru mulai dikembangkan pada abad 17-18 — yakni zaman. Konsep kunci feminis adalah kesetaraan antara martabat perempuan dan laki-laki. Sosiologi sastra marxis merupakan salah satu pendekatan sosiologi sastra yang mendasarkan pada teori marxis (marxisme). 2 Teori Sosiologi Sastra Sosiologi sastra yaitu mempermasalahkan suatu karya sastra yang menjadi pokok permasalahan tentang apa yang tersirat dalam karya sastra tersebut dan apatujuan serta amanat yang hendak disampaikan. Menurut Marx dan Engels, dalam masyarakat terdapat dua buah struktur: infrastruktur dan superstruktur. Pustaka Jaya:Jakarta 1988. Meskipun pada akhir abad ke- 20, dalam bidang penelitian sastra, sudah ada teori-teoti sastra yang baru seperti sosiologi sastra, teori dan kritik feminis, dekonstruksi, dan estetika resepsi, tetapi semiotika menduduki posisi dominan dalam penelitian sastra. Biografi Karl Marx. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) Pendidikan Bahasa Inggris (S1) Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Strukturalisme genetik lahir dari seorang sosiolog Perancis, Lucien Goldmann. Karya sastra juga dianggap sebagai ekspresi pengarang. Berbeda dengan ini, Ritzer melabeli dengan yang moderat dan radikal. Jurnal Doc : jurnal sosiologi sastra. Segala bentuk diskusi mengenai sosiologi sastra, teori sosial marxis mendapat peran paling dominan (John Hall via Faruk, 2010: 6). Selain teori struktural, ada sejumlah teori yang ditawarkan oleh para dosen di LPTK, khususnya bahasa dan sastra Indonesia. Berkaitan dan pembahasan, maka digunakan teori psikologi sastra dan sosiologi sastra. Teori Sosiologi Klasik Emile Durkheim Emile Dukheim : Sosiologi sebagai ilmu te n tang Integrasi 1. sosio (Yunani) (socius. Akhiran tra berarti alat, sarana. Sedangkan sosiologi sastra berorientasi mimetik, memandang karya sastra sebagai cerminan masyarakat, yang perhatiannya berpusat pada struktur kemasyarakatan dalam karya sastra (Pradopo: 1995, v). 2000 dengan judul "Dua Tengkorak Kepala" merupakan salah satu cerpen yang dapat dianalisis dengan menggunakan teori hegemoni. Sedangkan studi terhadapkarya konkret disebut kritik sastra dan sejarah sastra. Teori, Metode, dan Aplikasi Sosiologi Sastra Penulis : Heru Kurniawan Penerbit : Graha ILmu Ukuran : 21x26 Halaman : X+134 Sinopsis : Dapat dikatakan, perkembangan sastra saat ini relatif lebih lambat dibanding dengan produk budaya lainnya.